Soft Tenis Dipertandingkan Eksebisi di PON 2016

Marcopolo Pos

Cabang olah raga soft tenis siap dipertandingkan secara eksibisi di PON 2016 di Jawa Barat sebagai upaya untuk bisa memperlombakan cabang itu di Pekan Olahraga Nasional 2020 di Papua.

"Soft tenis yang baru berkembang beberapa tahun terakhir siap dipertandingkan secara eksibisi di PON Jabar 2016," jelas Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi Pelti Sulsel, Yusnadi saat dihubungi dari Makassar, Sabtu (19/12/2015)

Yusnadi yang masih berada di Bandung, Jawa Barat usai memdampingi timnya menghadapi kejuaraan nasional tenis junior itu mengatakan, Pengurus Besar Persatuan Soft Tenis Indonesia (PB Pesti) memang sudah berjuang lama untuk bisa meloloskan cabang tersebut ke PON.

Untuk Sulsel sendiri, kata dia, cabang ini juga baru saja membentuk kepengurusan pada 1 Agustus 2015. Adapun Ketua Pesti Sulsel dipercayakan pada Annas GS yang juga merupakan pengurus Persatuan tenis lapangan Indonesia (Pelti) Sulsel.

Selain Annas, beberapa nama juga ditunjuk sebagai pembina seperti Idris Manggabarani,Tri Heriadi, , Frans Tangke, Ketua DPRD Makassar Farouk M Betta hingga Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto.

Ia menjelaskan, potensi Sulsel untuk berprestasi di cabang itu juga cukup terbuka. Apalagi soft tenis ataupun tenis juga secara permainan cukup mirip. Adapun yang membedakan hanya peralatan yakni raket dan bola yang lebih lunak.

"Saya kira cabang ini akan berkembang dengan baik di Sulsel. Artinya jika soft tenis menjadi salah satu cabang yang dipertandingkan di PON 2020 Papua maka Sulsel tentunya berpeluang untuk ikut dalam persaingan," katanya.

Sementara untuk kejurnas tenis junior 2015, Sulsel dipastikan sudah tidak memiliki wakil di babak semifinal.

Sebab petenis putri Sulawesi Selatan Nurul Fadillah yang menjadi satu-satunya harapan harus terhenti dibabak delapan besar setelah kalah dari wakil DKI pada kejuaraan nasional Tenis Junior Bandung Piks di Taman Maluku Siliwiangi Banudng, Jawa Barat, Kamis.

"Petenis kita atas nama Nurul Fadillah kalah dari Qabriella asal DKI Jakarta di babak delapan besar hari ini dengan skor 8-6," ujannya.

Nurul Fadillah, menurut dia, pada dasarnya mampu mengimbangi petenis unggulan kedua di kejurnas junior tersebut. Hal itu bisa dilihat dari skor akhir yang cukup tipis dari keduanya.

Untuk itu, kata dia, pihaknya mengaku tetap bangga dengan pencapaian atlet. Pihaknya juga akan terus fokus meningkatkan pembinaan dan program latihan secara terpadu demi menjaga peluang berprestasi pada ajang selanjutnya. (Rimanews)
Share on Google Plus

About Unknown

Marcopolo Pos media online Pemberani dan Tangguh.